Samsung A50 Siap Jadi Ponsel ‘Legend’, Ini Alasannya

Samsung A50 menjadi andalan produk asal Korea Selatan yang seolah ‘balas dendam’ atas munculnya ragam kompetitor di segmen kelas menengah. Sejak diluncurkan pada 2019, A50 ternyata menyalip popularitas pendahulunya, yakni Galaxy M20 dan M10. Hingga pertengahan 2020, A50 masih menjadi raja di kalangan segmen menengah. Serangkaian fitur premium termasuk sangat luar biasa, karena tidak bakal merugikan pembelinya.


Desain Samsung A50: Serba Futuristik
Kemasan cukup sederhana, namun terkesan elegan meski tidak ada unsur mewah. Pembeli ponsel terlaris selama pertengahan 2019 hingga 2020 ini akan mendapatkan charger Kabel Data Type-C USB,  Earphone Pin Ejeksi, dan Soft Case, serta buku petunjuk tentunya.  Soal desain? Samsung A50 mengusung desain khas A-series namun dengan balutan futuristik. Dengan bentuk punggung yang kokoh tetapi sangat ringan, A50 menawarkan rasa nyaman saat digenggam.

Mayoritas pembeli menyukai tampilan depan yang cantik dengan bentuk U di bagian atas.  Tak kalah ciamik adalah panel belakang yang memiliki lapisan mengkilap seperti kaca, meski sebenarnya lapisan itu adalah polycarbonate.

Daya tarik A50 lainnya adalah tepian yang runcing untuk ergonomi yang pas, bagi tangan siapa saja--kecuali anak-anak tentunya.  Perhatikan pula pinggiran berbahan polycarbonate samping yang ramping dengan tombol power dan volume di sisi kanan. Port USB dan headseat atau loudspeaker semuanya ditempatkan di sisi bawah untuk tidak mengganggu pengguna saat menikmati musik, atau mengisi daya ponsel.

Berbagai Fitur dan Sensor Kekinian
Sensor sidik jari pada Samsung A50 sebenarnya bukanlah fitur yang luar biasa, karena semua ponsel baru memilikinya. Namun, entah mengapa fitur ini selalu dimanfaatkan oleh penggunanya. Layar cerah seri ini berteknologi Infinity-U SuperAMOLED dengan resolusi HD + penuh serta rasio aspek 19,5: 9.  Soal layar, Samsung memang jagonya, dimana semua seri Samsung memiliki layar cerah dengan kalibrasi apik.

Di beberapa negara Asia, terutama di Indonesia dan India, seri ini sangat disuka. Banyak orang memanfaatkan harganya yang terjangkau, serta fitur yang sangat disuka oleh mayoritas masyarakat Indonesia, yakni kamera apik untuk selfie atau layar yang cerah untuk menyaksikan YouTube. Namun, di AS, ponsel ini masih kalah saing dengan Google Pixel.

Seperti layaknya semua ponsel pintar dengan harga setara, Samsung A50 juga menggunakan Gorilla Glass 3, versi yang lebih awal dari kaca Corning. Apa artinya? Jangan sampai tangan Anda selip dan a50 Anda terjatuh. Bahkan jatuh sedikit saja bisa menimbulkan keretakan, jadi jangan coba-coba. Meskipun Anda juga sudah melengkapinya dengan silicon case, tetap saja piranti lunak ponsel ini dapat mengalami gangguan saat terjatuh.

A50 adalah ponsel yang juga rentan kerusakan karena air. Jadi, pastikan tangan Anda tidak basah saat memegangnya, atau jauhkan juga dari meja makan atau tidak perlu membawanya ke kamar mandi, meski sekedar untuk mendengarkan musik.

Performa Samsung A50 sendiri cukup disuka oleh mereka yang butuh penyimpanan besar. Dengan prosesor Exynos 9610--setara dengan Snapdragon 600, serta RAM 4GB, pengguna sangat mengandalkan penyimpanan internal 64GB plus 48GB. Jangan salah, masih ada slot microSD yang dapat diisi hingga kapasitas 512GB.

Dengan baterai 4.000 mAh, ponsel ini bertahan selama hampir 9 jam saat dipergunakan untuk streaming video HD melalui Wi-Fi, bahkan dengan tingkat kecerahan maksimal. Untuk penggunaan standar, berarti baterai bisa bertahan lebih lama dari itu. Pengisian dengan charger asli juga dijamin cepat, serta ‘mengenyangkan’ Samsung A50 sehingga tahan lama.
Posted by
Blog, Updated at: 23.55

Popular Post

Arsip Blog