Inilah 5 Alasan Kenapa Barang Buatan China Lebih Murah

Made in China. Kalimat tersebut mungkin adalah kalimat yang akan Anda temui hampir di setiap barang yang ada di rumah Anda. Kalimat ini menandakan bahwa barang tersebut diproduksi atau dirakit di negeri Panda.


Berdasarkan data dari tradingeconomics.com, dalam 20 tahun terakhir, aktivitas ekspor yang dilakukan China meningkat lebih dari 5 kali lipat yang menyebabkan pasar banyak dibanjiri produk buatan China, mulai dari elektronik, pakaian, bahan makanan, promotional merchandise, mesin, spare part, dan sebagainya.

Lantas apa yang membuat barang yang mereka produksi begitu sukses saat dipasarkan ke seluruh penjuru dunia?

Faktor yang paling besar tentunya adalah murah. Sudah menjadi fakta bahwa produk yang berasal dari negara Tirai Bambu tersebut lebih murah jika kita bandingkan dengan barang produksi Eropa atau Amerika Serikat.

Meskipun kualitas memang tidak terlalu diutamakan, namun kita tidak dapat menyangkal bahwa barang dari China memiliki harga yang murah dan banyak diminati masyarakat. Lantas, alasan apa yang membuat barang dari negara tersebut dapat murah? berikut 5 alasannya:

1. Tenaga Kerja Dibayar Murah
Faktor pertama yang membuat produk China lebih murah tentu adalah murahnya tenaga kerja. China merupakan negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia, sehingga tersedia banyak tenaga kerja untuk ragam sektor termasuk sektor manufaktur.

Berdasarkan survey, gaji rata-rata terendah di sektor manufaktur China berada di kisaran Rp 1,5 juta, sementara di Indonesia gaji rata-rata paling rendah di sektor yang sama berada di kisaran Rp 2 juta. Murahnya upah tenaga kerja menyumbang sekitar 20% kepada harga produk hingga dapat menyumbang cukup besar ke harga produk.

2. Melimpahnya Bahan Baku
Harga dari sebuah bahan baku adalah hal yang sangat mempengaruhi harga akhir sebuah produk. China merupakan negara dengan salah satu wilayah terluas di dunia. Selain daratannya yang luas, negara tersebut juga memiliki banyak sumber bahan baku terutama mineral langka.

Hal inilah yang membuat China begitu dominan dalam produksi elektronik karena banyak komponen elektronik memerlukan mineral langka seperti magnesium, tungsten atau fosfor. Dengan melimpahnya mineral langka mereka tidak perlu impor bahan baku sehingga harga barang produksi akan murah.

3. Kebijakan Ekspor
Kebijakan ekspor China merupakan salah satu kebijakan ekspor yang sangat agresif. Dengan kapasitas produksi besar dan didukung pembangunan infrastruktur yang begitu masif dalam 5 dekade terakhir, mereka perlu pasar yang luas yaitu pasar luar negeri.

Sejak tahun 1985 China menghapus kebijakan pajak terhadap barang yang diekspor sehingga perusahaan tidak perlu membayar apapun kepada pemerintah saat mengekspor produk mereka. Sebaliknya jika perusahaan asing mengekspor ke China maka mereka harus membayar pajak kepada pemerintah.

4. Biaya Kargo Murah
Dengan semakin bertambahnya kapasitas dan murahnya pengiriman antar negara banyak perusahaan besar membangun pabrik di China. Hal ini tentu dengan salah satu motif utamanya, yaitu menekan harga produksi.

Murahnya tenaga kerja, melimpahnya bahan baku mineral langka dan berbagai faktor lainnya membuat keuntungan akan semakin besar dengan biaya produksi yang rendah bahkan jika dibandingkan dengan membuat pabrik dan produksi di negara sendiri.

Kita ambil contoh Apple yang merupakan raksasa elektronik Amerika Serikat yang memiliki pabrik di China. Mereka membuat pabrik disana karena biaya produksi ditambah biaya kirim akan masih lebih murah jika diproduksi di AS dengan tenaga kerja yang sangat mahal.

5. Kebijakan Dalam Negeri
Banyak kebijakan dalam negeri yang tentunya membuat Negeri Panda ini menjadi salah satu raksasa manufaktur di abad ke 21. Beberapa kebijakan yang cukup berpengaruh yaitu: subsidi industri, lemahnya perlindungan lingkungan dan tidak adanya penghargaan terhadap hak cipta suatu produk.

Pemerintah China menyubsidi kebutuhan industri seperti listrik dan air hingga 30%. Dengan kebutuhan primer yang disubsidi, industri di China dapat menekan biaya produksi barang. Selain itu, industri dapat dengan bebas membuang limbah mereka dikarenakan kebijakan perlindungan lingkungan yang lemah.

Anda tentu sering mendengar bahwa China merupakan negara dengan polusi paling tinggi di dunia. Hal ini adalah dampak dari pesatnya perkembangan industri dan lemahnya undang-undang perlindungan lingkungan. Penghargaan terhadap hak cipta terhadap suatu barang, hampir tidak ada di negara tersebut.

Hal ini dikarenakan memang tidak adanya larangan untuk menyalin design dari produk lain sehingga perusahaan dapat menghemat biaya R&D (Research and Development). Dengan adanya hal ini, Anda tentu sering melihat barang KW atau tiruan yang beredar di pasar dengan harga yang sangat jauh lebih murah jika dibandingkan dengan barang asli.

Murahnya produk dan tingginya kapasitas produksi China membuat mereka menjadi salah satu raksasa industri di era ini. Namun, setiap hal yang terjadi pasti memiliki alasan kenapa hal tersebut bisa seperti sekarang ini.

Dalam kasus barang produksi China, 5 faktor di atas berperan dalam membuat harga barang produksi China menjadi sangat murah jika dibandingkan dengan negara lainnya. Namun, di balik itu semua sebagai konsumen yang baik kita harus tahu apa yang membuat barang tersebut menjadi murah dan apa yang kita dukung dengan membeli barang tersebut.

Referensi:

https://www.refincargo.com
Posted by
Blog, Updated at: 06.28

Arsip Blog