Manfaat Daun Awar-Awar Manjur Banget

Awar-awar? Mungkin nama tumbuhan ini terdengar sangat asing oleh sebagian besar orang. Tetapi, siapa sangka, tumbuhan ini ternyata memiliki kandungan manfaat yang begitu banyak untuk kesehatan. Awar-awar, menurut Wikipedia, adalah sejenis tumbuhan yang termasuk kerabat beringin, anggota suku Moraceae. Pohon kecil ini biasa tumbuh di hutan semak atau di tempat-tempat yang liar. Tumbuhan ini sebetulnya begitu gampang untuk didapatkan, sebab mudah tumbuh di tempat yang sangat subur. Kalau gemar mengamati kebun, Anda pasti akan menemukan tumbuhan ini.


Awar-awar memiliki ciri-ciri berdaun lebar dengan buah berbentuk bulat bintik-bintik kehijauan, dan apabila batangnya disayat akan mengeluarkan getah kuning muda. Awar-awar ini memiliki segudang manfaat, dan khasiat bagi kesehatan. Hal ini terbukti berdasarkan beberapa penelitian tentang aktivitas farmakologi tanaman awar-awar banyak dilaporkan sebagai obat antikanker yang potensial. Sudah banyak penelitian saat ini melihat efek sitotoksik terhadap sel kanker dan sebagai imunomodulator.

Senyawa alkaloid fenantroindolisidin dalam daun awar-awar menurut ccrc.farmasi.ugm.ac.ic, memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker. Aktivitas sitotoksik bagian fenantroindolisidin menunjukkan nilai poten yang tinggi pada cell lin. Awar-awar? boleh jadi julukan tumbuhan ini dapat didengar sangat asing oleh beberapa besar orang. tapi, siapa duga, tumbuhan ini nyatanya memiliki kandungan guna yang begitu banyak buat kesehatan.

Awar-awar, berdasarkan Wikipedia, ialah sebangsa tumbuhan yang termasuk ahli mendira, badan kabilah Moraceae. pokok kayu minim ini biasa tumbuh di hutan tumbuhan ataupun di lokasi yang buas. tumbuhan ini nyatanya begitu mudah buat diperoleh, karna gampang tumbuh di lokasi yang sangat berjebah. kalau hobi mencermati ladang, kamu pasti bakal mendapatkan tumbuhan ini.

Awar-awar memiliki ciri-ciri berdaun luas dengan buah berupa bundar totot kehijauan, serta bila batangnya disayat bakal melontarkan nuftah karet getah perca kuning belia. Awar-awar ini memiliki segudang guna, serta faedah buat kesehatan. Keadaan ini benar menurut sebagian riset berhubungan keaktifan ilmu obat tumbuhan awar-awar banyak dikabarkan selaku obat antikanker yang laten. telah banyak riset ketika ini memandang akibat sitotoksik akan sel kanker serta selaku imunomodulator.

Senyawa alkaloid fenantroindolisidin dalam daun awar-awar berdasarkan ccrc. farmasi. ugm. ac. ic, memiliki akibat sitotoksik akan sel kanker. keaktifan sitotoksik anggota fenantroindolisidin membuktikan angka poten yang tinggi pada cell lines carcinoma KB-VI. Batang awar-awar yang benar berisi alkaloid fenantroindolisin memiliki keaktifan sitotoksik akan sel kanker epifaring serta sel kanker alat pencernaan. Ekstrak etanolik daun awar-awar memberi akibat sitotoksik akan sel kanker payudara. Isoflavonoid genistin memiliki keaktifan sitotoksik dengan pemacuan apoptosis pada sel kanker ovarian.

BM Nurcahya dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 2007 memelajari awar-awar dalam skripsinya yang berjudul “Efek Antiproliferatif Ekstrak Etanolik daun Awar-awar akan Sel Kanker Payudara T47D”. perolehan studinya memperlihatkan awar-awar memberi akibat sitotoksik akan sel kanker payudara.

Deskripsi herbal tumbuhan Awar-awar
Pokok kayu awar-awar, dinukil dari ccrc. farmasi. ugm. ac. id, tingginya antara 1-5 m. Batang utama bengkok-bengkok, lunak, cabang bundar silindris, berliang, botak, bergetah bersih.

Daun cagak tunggal, besar, sangat cerucup, daun tunggal, berhulu, bersandar daun berseling ataupun beradu kening, berhulu. Helaian berupa bundar telur ataupun bujur telur, dengan akar membulat, pucuk mengecil cukup ketul, pinggir datar, dari berdasarkan hijau berumur mengkilat, dengan banyak totot yang kucam, dari bawah hijau belia, segi kiri kanan tulang daun lagi dengan 6-12 tulang daun sisi, kedua bekah segi tulang daun mencolok karna warnanya yang kucam.

Bunganya bunga beragam, lapisan belanga dobel, berhulu pendek, pada pangkalnya dengan 3 daun beking, hijau belia ataupun hijau abu-abu. Buahnya model belanga, berdaging, hijau-hijau abu-abu, garis tengah 1, 5-2 centimeter. waktu berbuah Januari-Desember.

Tumbuhan ini banyak ditemui di Jawa serta Madura, tumbuh pada kawasan dengan ketinggian 1. 200 meter di berdasarkan dasaran laut. tumbuhan ini banyak ditemui di pinggir jalur, di tumbuhan samun, serta di hutan terbuka.

Awar-awar, berdasarkan Wikipedia, memiliki julukan keilmuan Ficus septica, Burm. f. tumbuhan ini pula diketahui dengan julukan kawasan. selain awar-awar (Jawa, Bali), pula diketahui dengan julukan lokal bar-abar (ajang), ki ciyat (Sunda), kinang popar (Ambon), dausalo (Bugis), tobo-tobo (Makasar), tagalolo (Minahasa, Ternate), bobulutu (Galela, Halmahera).

Awar-awar menabur besar mulai dari Kepulauan Ryukyu di utara, Taiwan, semua area Malesia (eksepsi ancol Malaya), Kepulauan Solomon sampai Vanuatu, serta Queensland di Australia bagian utara. Di Papua Nugini, awar-awar diketahui dengan sebagian julukan lokal, ialah omia (Kurereda), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa). Di Filipina, tumbuhan ini diketahui dengan julukan lokal hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol).

Guna Herbal tumbuhan Awar-awar
Dau awar-awar berdasarkan ccrc. farmasi. ugm. ac. id, berisi senyawa flavonoid genistin serta kaempferitrin, kumarin, senyawa fenolik, pirimidin, serta alkaloid antofin, saponin triterpenoid, sterol. Akarnya, berisi sterol serta polifenol. Alkaloid yang tercantum pada batang antara lain ialah fenantroindolisidin. daun serta yang-yang berisi stigmasterol serta Beta-sitosterol. daun serta batangnya berisi alkaloid isotylocrebin serta tylocrebin.

Berdasarkan Wikipedia, yang-yang, bersama nuftah karet getah perca yang tercantum di daun-daun serta buah tumbuhan awar-awar diyakini berfaedah obat. Di Filipina, daunnya digunakan buat membasmi rematik, serta merangsang keluarnya keringat (sudorifika) buat memudahkan sakit kepala. Akarnya digunakan selaku tapal luka bakar, serta rebusannya dipakai selaku peluruh air kencing (diuretika). Di Papua Nugini, daunnya dipakai buat mengobati influenza, batu berdahak, meriang, bersama penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh bakteria serta jamur.

Bagian yang-yang ataupun daun yang dicampur dengan air serta diminum digunakan buat mengobati berak darah ataupun berak air. yang-yang yang dilumatkan, dicampur dengan air kelapa, diminum tiap hari buat mengobati infeksi saluran air kencing. Berdasarkan Georg Eberhard Rumphius, pakar herbal dari Jerman yang beroperasi Indonesia pada tahun 1702, yang-yang awar-awar bisa dipakai selaku obat anti-racun (antidota). semisal, buat membasmi keracunan karna makan jenis ikan ataupun rajungan (yuyu, ketam) definit, ataupun keracunan pangkal pohon tumbuhan akar.

Nuftah karet getah perca tumbuhan ini tajam, bisa melahirkan bisul-bisul apabila terhantam kulit, akan tetapi bisa digunakan buat membasmi herpes, gudik ataupun lain-lain penyakit kulit yang enggak sembuh-sembuh. Akarnya selaku antiracun bila terhantam cocok cucuk ikan yang beracun. Daunnya, sehabis diproses, pula dipakai selaku subal ataupun gabungan apiun. Team penyelidik dari Fakultas medis Universitas Sam Ratulangi Manado, memelajari percobaan kapasitas hambat ekstrak daun awar-awar akan pertumbuhan kuman Staphylococcus aureus serta Eschericia anak baju. kuman Staphylococcus aureus serta Eschericia anak baju adalah faktor infeksi penting pada orang.

Riset itu digelar buat memahami terdapat tidaknya kapasitas hambat ekstrak daun awar-awar akan kuman Staphylococcus aureus serta Eschericia anak baju. jenis riset ini adalah eksperimental makmal dengan alterasi Kirby-Bauer sumuran di makmal Fitokimia serta ilmu mikrob Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. perolehan riset membuktikan ekstrak daun awar-awar berpotensi memiliki kapasitas hambat akan pertumbuhan kuman Staphylococcus aureus serta Eschericia anak baju. Team penyelidik Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, memelajari ekstrak etanolik daun awar-awar melajukan apoptosis sel kanker payudara MCF 7 dengan pengepresan air muka Bcl-2. Alkaloid fenantroindolisidin memiliki keaktifan sitotoksik akan sebagian sel kanker.

Ekstrak etanolik daun awar-awar benar bisa menambah keaktifan sitotoksik agen kemoterapi doxorubicin pada sel MCF-7. riset ini bermaksud buat memahami akibat ekstrak etanolik daun awar-awar akan pemacuan apoptosis sel kanker payudara MCF-7. Serbuk daun awar-awar diekstraksi dengan cara maserasi memakai etanol 70 persen setelah itu dipekatkan buat mencapai ekstrak etanolik daun awar-awar. perolehan riset memperlihatkan bahwa ekstrak etanolik daun awar-awar berpotensi buat selaku agen ko-kemoterapi.es carcinoma KB-VI.

Batang awar-awar yang terbukti mengandung alkaloid fenantroindolisin mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker nasofaring dan sel kanker lambung. Ekstrak etanolik daun awar-awar memberikan efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara. Isoflavonoid genistin memiliki aktivitas sitotoksik melalui pemacuan apoptosis pada sel kanker ovarian. BM Nurcahya dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 2007 meneliti awar-awar dalam skripsinya yang berjudul “Efek Antiproliferatif  Ekstrak Etanolik Daun Awar-awar terhadap Sel Kanker Payudara T47D”. Hasil studinya membuktikan awar-awar memberikan efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara.

Pemerian herbal Tumbuhan Awar-awar
Pohon awar-awar, dikutip dari ccrc.farmasi.ugm.ac.id, tingginya antara 1-5 meter. Batang pokok bengkok-bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening.

Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, dari dengan hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping, kedua belah sisi tulang daun mencolok karena warnanya yang pucat.

Bunganya bunga majemuk, susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkalnya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu. Buahnya tipe periuk, berdaging, hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5-2 cm. Waktu berbunga Januari-Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura, tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1.200 m di dengan permukaan laut. Tumbuhan ini banyak ditemukan di tepi jalan, di semak tumbuhan, dan di hutan terbuka.

Awar-awar, menurut Wikipedia, memiliki nama ilmiah Ficus septica, Burm.f. Tumbuhan ini juga dikenal dengan nama  daerah. Selain awar-awar (Jawa, Bali), juga dikenal dengan nama lokal bar-abar (Medan), ki ciyat (Sunda), sirih popar (Ambon), dausalo (Bugis), tobo-tobo (Makasar), tagalolo (Minahasa, Ternate), bobulutu (Galela, Halmahera).

Awar-awar menyebar luas mulai dari Kepulauan Ryukyu di utara, Taiwan, seluruh kawasan Malesia (kecuali Semenanjung Malaya), Kepulauan Solomon hingga Vanuatu, dan Queensland di Australia bagian utara. Di Papua Nugini, awar-awar dikenal dengan beberapa nama lokal, yakni omia (Kurereda), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa). Di Filipina, tumbuhan ini dikenal dengan nama lokal hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol).

Manfaat Herbal Tumbuhan Awar-awar
Dau awar-awar menurut ccrc.farmasi.ugm.ac.id, mengandung senyawa flavonoid genistin dan kaempferitrin, kumarin, senyawa fenolik, pirimidin, dan alkaloid antofin, saponin triterpenoid, sterol. Akarnya, mengandung sterol dan polifenol. Alkaloid yang terkandung pada batang antara lain adalah fenantroindolisidin. Daun dan akar mengandung stigmasterol dan Beta-sitosterol. Daun dan batangnya mengandung alkaloid isotylocrebin dan tylocrebin.

Menurut Wikipedia, akar, serta getah yang terkandung di daun-daun dan buah tumbuhan awar-awar dipercaya berkhasiat obat. Di Filipina, daunnya dipakai untuk mengdengani rematik, dan merangsang keluarnya keringat (sudorifika) untuk meringankan sakit kepala. Akarnya dipakai sebagai tapal luka bakar, dan rebusannya digunakan sebagai peluruh kemih (diuretika). Di Papua Nugini, daunnya dimanfaatkan untuk mengobati pilek, batuk, demam, serta penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteria dan jamur.

Kepingan akar atau daun yang dicampur dengan air dan diminum dipakai untuk mengobati disentri atau diare. Akar yang dilumatkan, dicampur dengan air kelapa, diminum setiap hari untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih. Menurut Georg Eberhard Rumphius, ahli herbal dari Jerman yang bekerja Indonesia  pada tahun 1702, akar awar-awar dapat digunakan sebagai obat anti-racun (antidota). Misalnya, untuk mengdengani keracunan karena memakan jenis ikan atau ketam (yuyu, kepiting) tertentu, atau keracunan umbi gadung.

Getah tumbuhan ini tajam, dapat menimbulkan bisul-bisul bila terkena kulit, namun dapat dipakai untuk mengdengani herpes, kurap atau lain-lain penyakit kulit yang tidak sembuh-sembuh. Akarnya sebagai antiracun apabila terkena tusukan duri ikan yang berbisa. Daunnya, setelah diproses, juga digunakan sebagai subal atau campuran candu.

Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, meneliti uji daya hambat ekstrak daun awar-awar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli merupakan penyebab infeksi utama pada manusia.

Penelitian itu digelar untuk mengetahui ada tidaknya daya hambat  ekstrak daun awar-awar terhadap bakteri Staphylococcus  aureus dan Eschericia coli. Jenis penelitian ini ialah eksperimental laboratorium dengan modifikasi Kirby-Bauer sumuran di Laboratorium Fitokimia dan Mikrobiologi. Fakultas  MIPA Universitas  Sam Ratulangi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun awar-awar berpotensi memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli.

Tim peneliti Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, meneliti ekstrak etanolik daun awar-awar memacu apoptosis sel kanker payudara MCF 7 melalui penekanan ekspresi Bcl-2. Alkaloid fenantroindolisidin memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa sel kanker. Ekstrak etanolik daun awar-awar terbukti mampu meningkatkan aktivitas sitotoksik agen kemoterapi doxorubicin pada sel MCF-7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik daun awar-awar terhadap pemacuan apoptosis sel kanker payudara MCF-7.

Serbuk daun awar-awar diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70 persen kemudian dipekatkan untuk memperoleh ekstrak etanolik daun awar-awar. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanolik daun awar-awar berpotensi untuk sebagai agen ko-kemoterapi
Posted by
Blog, Updated at: 22.51

Arsip Blog